Rabu, 12 Oktober 2022

ULAR DIMUSIM PENGHUJAN

 

(Gambar : Media Indonesia) 

ULAR DIMUSIM PENGHUJAN

Ular di Musim Hujan

Selamat datang musim penghujan, selamat datang bayi bayi ular...

Bulan Oktober - Desember adalah bulan menetasnya telur-telur ular karena proses siklus biologi alami mereka. Seperti tahun lalu, banyak ditemukan bayi-bayi kobra di sekeliling rumah tinggal kita karena induk kobra menaruh telur di sekitar hunian manusia sekitar gulan agustus - september setelah musim kawin.

Lalu apa yang harus kita siapkan ?

Yuk kenali dulu 7 fakta Kenapa Telur Ular menetas di sekitar hunian warga...

1. Ular adalah *satwa liar yang habitatnya dekat dengan manusia*. Mereka mendapatkan makanan di sekitar tinggal kita. Induk ular secara insting akan menaruh telur nya di lokasi yang banyak makanan ular untuk mencukupi kebtuhan anak-anak nya nanti.

2. Ular adalah *satwa yang mampu beradaptasi cepat* dengan lingkungan baru termasuk pembangunan kawasan yang awalnya adalah habitat mereka. Meskipun tergusur, ular dapat bertahan hidup di sela-sela pondasi dan rumah warga.

3. Ular adalah *satwa soliter, hidup sendiri* bukan berkelompok sehingga sulit diketahui keberadaannya. Jika ada temuan satu ekor ular, tidak berarti ada kawanannya di sekitar mereka. Ular sangat pintar bersembunyi.

4. Ular *TIDAK membuat sarang*. Sarang adalah tempat tinggal satwa, jika keluar cari makan dia akan balik lagi ke tempat yg sama. Sedangkan ular bersifat _nomaden_ atau berpindah pindah. Jikalau ditemukan lubang tetasan telur ular, itu adalah tempat induk ular menaruh telurnya dan ditinggal. Induk ular tidak mengerami telur ular.

5. *Makanan ular / prey (mangsa) banyak di temukan di sekitar hunian*. Dari cacing - jangkrik - kadal - kodok - tikus hingga burung merupakan _prey_ alami ular yg mudah ditemukan. Mangsa-mangsa ini akan mengundang ular hadir di sekitar tempat tinggal warga dan jika ada area yg nyaman, ular akan berkembang biak.

6. *Predator alami ular semakin menipis / berkurang* jumlahnya sehingga tidak ada kontrol populasi ular secara alami di alam. Kita perlu menjaga keberadaan musang, garangan dan biawak yg menjadi satwa pemangsa telur serta bayi ular. Begitu pula burung karnivora (elang, burung hantu) yg merupakan pemangsa ular yang efektif di alam. 

7. Di kawasan rumah warga kampung / perumahan / cluster, *terdapat area yang tidak pernah di bersihkan / di rawat* sehingga memberikan lokasi nyaman bagi ular untuk berkembang biak dan ketersediaan makanan melimpah. Sudut2 gelap dan liar ini adalah tempat yg dicari oleh induk ular meletakkan telurnya dan ditinggal.

Berikut *Tips & Trik* mengatasi ular di musim hujan 

1. *Bersihkan rutin area yg rimbun dan tidak tersentuh*. Potong rumput tinggi, kerja bakti warga agar ular bergeser keluar kawasan. Jika beruntung ditemukan telur ular untuk dipindahkan (jangan di musnahkan)

2. *Pasang jebakan tikus*, kurangi dan hilangkan tikus di dalam rumah dan di area yg tak terawat. Bau tikus mengundang ular datang.

3. *Pasang lampu penerang* di halaman rumah untuk memantau pergerakan satwa di sekitar rumah.

4. Ular *TIDAK takut* pada

- Garam

- Tali Ijuk

- sabut kelapa

- Belerang tabur

5. Ular cenderung *menghindari bau menyengat* yg tidak alami diruang tertutup. Misal dgn memasang obat nyamuk elektrik di gudang, memasang semprotan pengharum ruangan otomatis di ruang tertutup. Ular akan mencari udara segar agar daya *penciumannya tidak terganggu*.

6. Siapkan *alat bantu penanganan ular*. Dapat berupa hook, grabstick, tongkat, bahkan cukup dengan sapu. Juga di siapkan senter agar pergerakan ular terlihat.

7. Simpan nomer emergency/ Pemadam Kebakaran terdekat untuk membantu penanganan ular

(untuk area bandung&sekitarnya bisa hubungi rekan² komunitas reptil terdekat)

8. Dalam hal ada kasus gigitan, cek dan data kontak Fasilitas Kesehatan terdekat yang menyediakan Serum Anti Bisa Ular (SABU). Siapkan pula alat imobilisasi minimal satu RT/RW siap satu set.

9. Meskipun hanya 20% ular yg berbisa mematikan, sebaiknya *jangan pegang ular jika belum terlatih*. Bekali keluarga di rumah terutama anak-anak dan atau asisten rumah tangga untuk tidak menangkap/membunuh ular yang masuk ke dalam rumah. Segera kontak tim rescue agar tidak terjadi salah penanganan.

Ular adalah bagian penting dr rantai makanan. Ekosistem sekitar kita perlu di jaga agar tetap seimbang. Manusia perlu ular untuk kelestarian lingkungan masa depan.

Kenali, waspada, tapi jangan bunuh ular

Yayasan Sioux Ular Indonesia

Indonesia Snake Rescue

Oktober, 12 - 2022

Terimakasih untuk Informasinya. 

Redaktur Pos SARDA Ciracap

Kamis, 06 Oktober 2022

Penanganan Longsor Desa Purwasari

 SEKERTARIAT FORUM KOORDINASI SAR DAERAH KABUPATEN SUKABUMI

POS KECAMATAN CICURUG 


Cicurug 06 Oktober 2022

Laporan Pasca Kejadian Bencana Alam, keterangan sbb :


JENIS KEJADIAN :

Longsor


WAKTU KEJADIAN PADA :

Hari         : Rabu

Tanggal  : 05 Oktober 2022

W






aktu     : 22:00 WIB


LOKASI/TEMPAT KEJADIAN :

Kampung Neglasari RT 04 RW 03 desa Purwasari kec Cicurug kabupaten Sukabumi 


PENYEBAB :


Hujan deras :


KRONOLOGIS KEJADIAN :


Hujan deras yg mengguyur cukup lama mengakibatkan longsor 3 titik :

1.Tpt bantaran sungai Cibeber longsor dengan panjang 20meter, lebar 3meter,tinggi 5 meter dan mengakibatkan jalan lingkungan amblas dan mengancam 2 rumah

2. Tebing longsor dengan tinggi 20 meter,lebar 5 meter dan panjang 10 meter dan material longsoran menyumbat aliran sungai Cibeber sehingga berpotensi banjir



KORBAN :

Terdampak - Nihil 

Mengungsi - Nihil 

Jiwa - Nihil 


KERUGIAN MATERIL :

Dalam perhitungan 


TAFSIRAN KERUGIAN :

Dalam perhitungan 


FASUMFASOS :

Aliran sungai Cibeber tersumbat material longsoran 




UPAYA YANG TELAH DILAKSANAKAN :


1. Koordinasi dengan FORKOPIMCAM CICURUG

2. Koordinasi dengan PEMDES 

3. memberikan himbauan untuk tetap waspada


KEBUTUHAN :

- Bronjong

- pembangunan TPT

- karung

- personil untuk evakuasi material longsoran yg menutup aliran sungai 


UNSUR YANG TERLIBAT :

1. P2BK CICURUG 

2. PEMDES

3. POLSEK

4. KORAMIL

5. SATPOL PP

6. RELAWAN

7. SARDA KAB. SUKABUMI


SITUASI AKHIR :

Aliran sungai Cibeber yg tersumbat berpotensi menyebabkan banjir bilamana tidak ditangani segera


Demikian disampaikan sebagai laporan dan bahan pertimbangan selanjutnya.



Terimakasih

KOORPOS CICURUG


Ttd



M. FAZRUL A.

Dokumentasi terlampir........

Rabu, 05 Oktober 2022

Penanganan Korban Terbawa arus Sungai di Kecamatan Ciracap

 SEKERTARIAT FORUM KOORDINASI SAR DAERAH KABUPATEN SUKABUMI

POS KECAMATAN CIRACAP


Ciracap 03 Oktober 2022

Laporan hasil Operasi SAR hari ke-2


WAKTU KEJADIAN :


Hari : Minggu

Tanggal : 02 Oktober 2022

Perihal : 2 ( dua ) orang di duga hanyut di Aliran Sungai, Ciputat Desa Cikangkung, sbb :


LOKASI KEJADIAN :

Sungai Rewod/Cibeuleungbeung (jembatan penyebrangan) Dusun Ciputat Desa Cikangkung Kec. Ciracap. 


IDENTITAS KORBAN :

a. Nama : ERTI

Jenis Kel : Perempuan

Umur : 55 Tahun.

Alamat : Kp. Ciputat, Rt. 004/013 Desa Cikangkung.


b. Nama : TURSINI

Jenis Kel : Perempuan

Umur : 40 Tahun

Alamat : Kp. Ciputat, Rt. 004/013 Desa Cikangkung.


CATATAN : 

a. Korban atas nama ERTI yang hanyut di temukan oleh Tim pencarian dibantu warga sekitar jam 15.30 WIB berlokasi di leuwi Tiis Dusun Panangapan desa Cikangkung atau sekitar 1 Km dari TKP, kemudian korban dibawa menggunakan mobil ambulan Puskesmas Ciracap kerumah duka untuk selanjutnya proses pemakaman dilokasi TPU terdekat.


b. Korban atas nama TURSINI sampai saat ini belum ditemukan atau masih dalam proses pencarian oleh Tim Sar dan unsur terkait lainnya.


c. Korban atas nama TURSINI yang hanyut di temukan oleh Tim pencarian hari ini tanggal 03 Oktober 2022 dibantu warga sekitar jam 08.59 WIB berlokasi di leuwi biru sekitar 14 Km dari TKP, kemudian korban dibawa menggunakan mobil ambulan kerumah duka untuk selanjutnya proses pemakaman dilokasi TPU terdekat.


SAKSI KEJADIAN :

Nama : USEP SAMU

Jenis Kel : Laki-laki

Umur : 52 Tahun

Jabatan : Ketua RT. Kp. Ciputat 002/013 Desa Cikangkung.


Berdasarkan keterangan Saksi yang kami temui bahwa, Pada saat Kejadian, Sdr. Saksi sedang bajak sawah dengan menggunakan Traktor yang tidak jauh dari sungai/TKP, Sdr saksi ketika korban lewat mau meyebrangi sungai pulang kerja dari sawah, oleh saksi diperingatkan keduanya agar tidak menyebrang sungai karena saat itu air sungai lagi deras, namun korban tidak menghiraukan saksi, tidak lama kemudian kedua korban nekad menyebrangi sungai tersebut, tidak lama kemudian korban terlihat oleh saksi hanyut terbawa air sungai, kemudian saksi melapor kejadian tersebut kepada keluarganya dan pemerintah desa cikangkung.



TINDAKAN YG AMBIL :

- Menerima Laporan

- Mendatangi / pengecekan ke TKP

- Mencatat keterangan saksi-saksi

- Melakukan Penyisiran

Unsur yang terlibat :

1. PEMDES CIKANGKUNG

2. BPBD

3. POLSEK CIRACAP

4. POL - PP Kec. Ciracap 

5. SARDA KAB. SUKABUMI

6. RAPI Lok. 13 Geopark

7. Karang Taruna Des/Kec. Ciracap 

8. Warga

 

HASIL OPERASI :


Kedua Korban Alhamdulillah sudah diketemukan, 



Demikian disampaikan sebagai Laporan untuk menjadi maklum.







Terimakasih


Ttd.



JAJANG NURJAMAN 

Dokumentasi terlampir....

Penangan Pasca Bencana Alam

 SEKERTARIAT FORUM KOORDINASI SAR DAERAH KABUPATEN SUKABUMI

POS KECAMATAN CICURUG 


Cicurug 04 Oktober 2022

Laporan Penanganan, Pasca Kejadian Bencana Alam 


JENIS KEJADIAN :


Tanah Longsor


WAKTU KEJADIAN PADA :

Hari        : selasa

Tanggal  : 4 Oktober 2022

Waktu    : 17.00 wib 



LOKASI/TEMPAT KEJADIAN :


Kampung benteng Rt 007 /004 Desa kutajaya kec. cicurug


PENYEBAB :


Intensitas curah hujan yang tinggi 

Serta tanah labil

  

KRONOLOGIS KEJADIAN :


Hujan deras yang terjadi dari siang hari sampe malam hari menyebabkan curah air meningkat dan terus menerus sehingga menyebab kan posisi tanah tidak kuat menahan curah air' 


KORBAN :


Terdampak : 6 KK

Mengungsi : 12 jiwa

Jiwa : Tidak ada


KERUGIAN MATERIL :


Genteng rumah sebagian ikut terbawa longsor karna tanah penahan sebagian longsor

 

TAFSIRAN KERUGIAN :

-


UPAYA YANG TELAH DILAKSANAKAN :

1. Koordinasi dengan FORKOPIMCAM CICURUG

2. Koordinasi dengan PEMDES 

3. memberikan himbauan untuk tetap waspada

4. Melaksanakan Evakuasi/Pemulihan Pasca Longsor 


KEBUTUHAN :


Evakuasi rumahan bambu, asbes, kayu, 


UNSUR YANG TERLIBAT :


1. P2BK CICURUG 

2. PEMDES

3. POLSEK

4. KORAMIL

5. SATPOL PP

6. RELAWAN

7. SARDA KAB. SUKABUMI


SITUASI AKHIR :


Saat ini masih sifat gotong royong warga, petugas melaisanakan evakuasi, pemulihan dan Pasca terjadi tanah longsor 



Demikian disampaikan sebagai laporan dan pertimbangan selanjutnya.


Terimakasih




KOORPOS CICURUG


Ttd



M. FAZRUL A.

Dokumentasi terlampir........

PENEMUAN MAYAT Mr. X

  _____________ FILE AKTIF _____________ FORUM KOORDINASI SAR DAERAH KABUPATEN SUKABUMI POS SAR KECAMATAN CIRACAP Senin, 20 November 2023 Yt...